Semakin Melesatnya Pertumbuhannya Bisnis E-Commerce

Beberapa pelaku bisnis e-commerce optimis laju usaha berbelanja daring lokal masih tetap selesai dengan projectsi awal. Ini sesudah lihat projectsi hasil di kuartal III th. ini. Dan kini e-commerce semakin nyaman karna adanya cek resi jne yang membuat konsumen lebih nyaman lagi karna dapat mengetahui tentang barang dipesannya.

Semakin Melesatnya Pertumbuhannya Bisnis E-Commerce

Bima Pertandingan, Kepala Divisi Pajak, Infrastruktur serta Keamanan Siber Indonesia E-comerce Association (idEA), meyakinkan nilai transaksi e-commerce di pasar lokal di periode itu melonjak di banding periode sama th. kemarin. Sayang, Bima belum juga merinci nilai transaksi itu. ” Besarannya masih tetap menanti data yang tengah dikumpulkan idEA serta BPS, projectsinya sampai akhir th. akan selalu melonjak, ” tuturnya pada KONTAN, selesai acara diskusi Trend Style Hidup Digital, Kamis (26/10).

Di periode itu, nyaris semuanya bidang usaha on-line tumbuh dengan rata. Mengenai untuk product fesyen serta minuman dan makanan juga alami lonjakan transaksi. Tetapi, Bima tidak merinci besaran nilai transaksi itu.

Bila benar idEA mengharapkan nilai transaksi e-commerce lokal hingga akhir th. ini dapat tumbuh minimum 30%, jadi nilai usaha e-commerce domestik dapat tembus US$ 7, 28 miliar. Serta angka itu di pastikan akan selalu tumbuh dari th. ke th..

Ini tidak lepas dari penetrasi internet serta pemakai gadget di Indonesia yang semakin membuncah. idEA mencatat, th. ini saja pemakai internet telah menjangkau 51% dari keseluruhan masyarakat Indonesia yaitu menjangkau 132 juta pemakai.

Maka dari itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya optimis nilai transaksi usaha e-commerce di Indonesia akan melonjak dalam satu tahun lebih ke depan. Bila th. lantas, dari keseluruhan transaksi pembayaran ritel yang ada, transaksi on-line baru 1% saja, jadi dalam satu tahun lebih ke depan, terutama empat hingga lima th. dapat tembus 10% dari keseluruhan transaksi ritel.

Terlebih, infrastruktur untuk mempermudah langkah usaha on-line semakin berkembang sekarang ini. Dari mulai macam system pembayaran on-line sampai perubahan usaha kurir serta logistik.

Pemerintah juga akan berikan perlakuan berlainan untuk pajak e-commerce. Terutama, untuk tarif pajak bertambahnya nilai (PPN).

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi menyebutkan, ketentuan berkaitan pajak e-commerce juga akan keluar minggu depan.

” Tarifnya ada perubahan, ya untuk on-line tarifnya lain itu saja. PPN-nya, ” kata dia di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Sayangnya, Ken belum juga menjelaskan dengan detil berkaitan tarif itu. Dia memohon untuk menanti ketentuan itu dilaunching. ” Kelak tinggal kesepakatan dahulu, minggu depanlah keluar, kok, ” tutur Ken.

Tarif PPN itu juga akan mengasyikkan semuanya pihak. ” Yang tentu mengasyikkan, semoga dapat mengasyikkan semuanya pihak, ” tutur dia.

Selanjutnya, Ken menyebutkan, ketetapan itu nanti juga akan berlaku pada semuanya pebisnis e-commerce. ” Nyaris semuanya terkena, yang terkait dengan tata langkah pembelian on-line ya semua mesti tunduk pada ketentuan itu, ” tandas dia.

Terlebih dulu, Head of Tax, Infrastructure, and Cyber Security Division Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Pertandingan menyebutkan, ada beberapa catatan yang butuh di perhatikan dalam mengaplikasikan pajak pada pebisnis on-line.

” Tempo hari kan wacana dari Tubuh Kebijakan Fiskal (BKF) ingin dirubah dari self assessment jadi official, hingga beberapa penjual itu dapat dipakai pajaknya, ” kata dia pada Liputan6. com.

Menurut dia, itu juga akan memerlukan saat yang lama karna merubah ketetapan yang berlaku sekarang ini berbentuk self assessment. ” Tapi saya rasa bila itu dirubah itu juga akan merubah undang-undang, serta itu juga akan memerlukan saat cukup lama, ” ungkap dia.

Catatan setelah itu, kata dia, pentingnya kesetaraan antarpemain usaha on-line. Skema pajak itu juga harus menyentuh pemain usaha on-line luar negeri.

” Ke-2, bila kita bicara e-commerce marketplace mesti ada level playing field pada lokal serta luar. Karna pasar kita saat ini banyak di nikmati pangsa luar yang belum juga memberi peran apa-apa, ” tutur dia.

Lepas dari itu, dia mengimbau agar pemerintah mendorong edukasi hingga aktor usaha teratur memberikan laporan pajak mereka. Lalu, pemerintah juga butuh menerangkan keuntungan dari pada membayar pajak pada aktor usaha.

” Apakah mereka memajukan KUR lebih gampang untuk modal usaha, atau apapun itu, bila literasi berhasil dengan baik, juga akan ada step setelah itu. Baru bicara tarif baik seperti apa, ” tukas dia.

Leave a Reply