Skip to content

Mengenal Macam-Macam Pajak untuk Bisnis Online

siamplop.net – Bisnis online sekarang ini sudah menjamur di masyarakat mulai dari remaja hingga dewasa. Menjual produk secara online kini jauh lebih mudah dan memiliki banyak sisi positif bagi anda yang berjiwa entrepreneur. Penghasilan yang besar bisa anda raih melalui bisnis online ini. Bahkan jika tekun dan mengetahui strategi yang cocok maka bisnis ini bisa berkembang dengan pesat dan anda hanya butuh jaringan internet, tanpa perlu meninggalkan rumah.

Usaha on-line terdapat beberapa jenisnya, satu diantaranya yang paling popular adalah jual beli barang/jasa dengan on-line atau lebih di kenal dengan arti E-Commerce. Pada prakteknya ecommerce dapat dikerjakan lewat market place (penyedia service jual beli on-line di internet). Meningkatnya beberapa pemakai Internet serta media sosial, terlebih di dukung dengan semakin ramainya pemakaian gadget pandai juga akan makin tingkatkan jumlah transaksi e-commerce di Indonesia.

Dengan makin pesatnya perubahan usaha on-line yang dapat memberi pendapatan yang besar, jadi pemerintah berinisiatif untuk memberi pajak untuk pelaku bisnis on-line di Indonesia. Dengan ambil pajak dari tiap-tiap transaksi yang dikerjakan, baik lewat google, facebook serta situs on-line yang lain jadi penerimaan pajak sebagai sumber dana paling utama pemerintah juga akan makin besar. Butuh anda kenali kalau transaksi on-line /hari di sebagian market place diatas dapat menjangkau beberapa ratus miliar /hari. Itu belum juga termasuk juga transaksi yang lewat sosial media misalnya facebook serta instagram.

Dengan regulasi, tak ada ketidaksamaan segi perpajakan pada transaksi e-Commerce dengan perdagangan konvensional, karna status objek pajaknya sama. Untuk Pajak Pendapatan, objek pajaknya adalah pendapatan tersebut baik yang didapat dengan transaksi on-line ataupun off line, di mana ketentuannya adalah bawa tiap-tiap penambahan pendapatan yang di terima Harus Pajak, yang bisa menaikkan kekayaan Harus Pajak berkaitan jadi mesti dipakai pajak pendapatan. Diluar itu penjual juga dipakai Pajak Bertambahnya Nilai karna termasuk juga dalam kelompok penyerahan barang serta/atau jasa terkena pajak di daerah pabean lokasi hukum NKRI.

System pajak on-line atau e-commerce bila dibanding dengan toko retail sesungguhnya mempunyai system yang sama, yang berlainan adalah fasilitas atau medianya. Membayar pajak juga saat ini bisa dikerjakan dengan on-line lewat cara memberikan laporan lewat laporan pajak on-line E-Filling yang bisa dibuka lewat situs resmi pajak https://djponline.pajak.go.id.

Comments are closed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *